Regulasi Frekuensi
Panduan regulasi frekuensi LoRa/IoT di Indonesia sesuai Peraturan Menteri Komdigi
LPWAN di Frekuensi Izin Kelas
Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2025, penggunaan Low Power Wide Area Network (LPWAN) pada pita frekuensi 920-923 MHz telah diatur secara resmi melalui Izin Kelas.
Peraturan Menteri Komdigi No 2 Tahun 2025
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan peraturan baru yang mengatur penggunaan spektrum frekuensi radio berdasarkan izin kelas, termasuk untuk teknologi Low Power Wide Area Network (LPWAN) seperti LoRa.
Izin Kelas
LPWAN diatur secara resmi
Frekuensi
920-923 MHz (3 MHz)
Daya
Max 400 mW (26 dBm)
Status Frekuensi di Indonesia
| Frekuensi | Region | Status | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 920-923 MHz | AS923-2 | Diizinkan | Frekuensi resmi LPWAN Indonesia (Permenkomdigi No 2/2025) |
| 915 MHz | US_915 | Tidak Diizinkan | Alokasi frekuensi Amerika - Tidak untuk Indonesia |
| 868 MHz | EU_868 | Tidak Diizinkan | Alokasi frekuensi Eropa - Tidak untuk Indonesia |
| 433 MHz | EU_433 | Perlu Verifikasi | Masih dalam tahap verifikasi regulasi |
Konfigurasi Nusamesh untuk Indonesia
Spesifikasi frekuensi perangkat Nusamesh (sesuai Permenkomdigi No 2 Tahun 2025):
Region: AS923-2
Frequency: 920.5 MHz (Terkunci, dalam pita 920-923 MHz)
Bandwidth: 125 kHz
Spreading Factor: 7
Coding Rate: 4/5
TX Power: Max 20 dBm (100mW)
Sumber Resmi
Permenkomdigi No 2 Tahun 2025
Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas
Lampiran II: Parameter teknis LPWAN pada frekuensi 920-923 MHz (max 400 mW)
Dokumen PDF Permenkomdigi No 2 Tahun 2025
Jika PDF tidak muncul, silakan klik di sini untuk membuka di tab baru.
Ingin mencoba Nusamesh dengan konfigurasi yang sesuai regulasi?
Lihat Perangkat Tersedia